You are here

Sarapan Bergizi & Praktis

Sarapan adalah saat makan yang penting bagi anak. Para ahli perkembangan dari sebuah lembaga tumbuh kembang anak di USA, bahkan melakukan pemantauan tentang dampak sarapan pada anak prasekolah, dan ditemukan beberapa fakta penting sebagai berikut:

  • Anak yang rutin sarapan cenderung memiliki rentang perhatian yang baik, tidak mudah sakit, dan lebih terkendali (tidak agresif) dibandingkan anak yang tidak sarapan
  • Anak yang mengonsumsi menu sarapan bernutrisi lengkap, cenderung lebih sehat, bobot tubuhnya normal, kadar kolesterol darahnya rendah, selalu aktif.
  • Anak yang rutin sarapan, tubuhnya cenderung menyerap lebih banyak mineral seperti kalsium, fosfor, magnesium, dan berbagai vitamin (riboflavin, vit A, vit C, vit B12 dan asam folat)

Lalu, sebanyak apakah sarapan yang harus didapatkan anak? Dan jenis menu apakah yang bisa diberikan baginya?. 

Pada dasarnya anak tidak perlu sarapan dalam jumlah banyak. Hanya saja perlu diperhatikan jumlah dan jenisnya agar memenuhi kebutuhan kalori hariannya. Sesuai panduan tumbuh kembang balita yang dikeluarkan oleh DEPKES RI, kebutuhan kalori yang harus didapatkan anak pra sekolah saat sarapan adalah 25% dari jumlah asupan sehari - 1500 kal. Berarti setiap kali sarapan anak membutuhkan 375 kal.

Mengacu pada ketentuan ini, sebenarnya menu sarapan si kecil sebenarnya tidak perlu selalu nasi dengan lauk lengkap. Jika memang Anda menginginkannya demikian, cobalah mengurangi takarannya sehingga dapat memenuhi 375 kal saja. Tetapi tahukah Anda ada menu praktis lain, yang dapat menjadi selingan dan disukai anak?

  • 1 mangkuk sereal yang diberi satu sendok makan kismis dan dituangi susu murni
  • 1 tangkup roti panggang yang diolesi selai kacang dan selembar keju
  • 1 mangkuk sedang buah-buahan yang dicampur dengan yogurt berkadar gula sedang.

Praktis bukan, dan Anda tak perlu selalu repot setiap pagi...

Baca Juga