You are here

Cara Praktis Melatih Kecerdasan Anak Sehari-hari

Merangsang kecerdasan anak perlu dilakukan setiap hari, bahkan dengan cara yang sederhana, dapat dilakukan konsisten sejak bayi hingga berusi 3 tahun.

Sejak kecil anak belajar, tentang Anda orang tuanya, tentang dirinya sendiri, juga tentang dunia di sekitarnya. Hal ini berlangsung sejak anak lahir. Agar dapat mendukung proses belajar anak berlangsung secara optimal, Anda harus konsisten melatihnya setiap hari. Berikut adalah cara yang mudah untuk melakukannya. 

Keterampilan & Kecerdasan Anak

Cara Merangsang

Bahasa & Komunikasi

  • Bayi mengekspresikan kebutuhan dan perasaan mereka melalui bunyi-bunyian, tangisan, gerak tubuh dan ekspresi wajahnya. 
  • Baru pada usia sekitar 1 tahun, anak mulai menggunakan kata-kata.
  • Ketika berusia 3 tahun, ia mulai berbicara dengan merangkai 3 - 5 kata dan membentuk kalimat. 

 

1.  Perhatikan dan dengarkan. Setiap kali anak berbicara, perhatikan dia agar Anda bisa merasakan emosi dan memahami hal yang diinginkannya.

2.   Mengulang bunyi. Ulangi bunyi-bunyian yang dihasilkan anak, dan ajak dia mengoceh seakan Anda sedang mengobrol dengannya.

3.  Baca, bernyanyi, dan bercerita. Kegiatan ini sangat menarik dan akan membantu anak memahami makna kata baru juga konsep-konsep di balik kata tersebut.

4.   Mengobrol dengan si kecil. Lakukan ketika Anda sedang bermain, melakukan keperjaan rumah, atau saat bertamu ke rumah saudara.

Keterampilan berpikir

  • Anak belajar tentang lingkungan dengan cara bermain dan bereksplorasi.
  • Melalui bermain, bayi dan batita belajar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mereka alami sehari-hari. Sehingga terbiasa untuk mengatasi kesulitan mereka itu. 

 

1.   Ajak anak bereksplorasi dengan mainnya - sentuh, lempar, goyang-goyangkan, atau copot-pasang, agar anak mengetahui dampaknya.

2.  Jadikan rutinitas sebagai saat belajar. Saat mandi misalnya, gunaka itu untuk mengajarkan konsep basah/kering, atau mengapung/tenggelam.

3.  Penuhi minat si kecil. Anak-anak lebih mudah menyerap berbagai hal baru, jika mereka melakukannya dengan cara yang menyenangkan dan diminati.

4. Ajukan pertanyaan yang memicu anak berpikir saat ia berusia 3 tahun. Saat Anda membacakan cerita dan anak tertawa, tanyakan, mengapa ia tertawa. 

Pengendalian diri

Selama 3 tahun pertama hidupnya, anak mulai mengembangkan kemampuan pengendalian diri, yaiitu kemampuan untuk menata perasaan dan tindakannya agar dapat diterima oleh orang di sekitar. Anak juga belajar menunggu, berbagi, dan menyelesaikan kesulitan yang dialaminya saat bermain dengan teman sebaya. 

1.  Gunakan kata-kata untuk membantu anak memahami perasaannya. Contoh: Kamu marah karena masih ingin bermain di taman, sekalipun sudah waktunya pulang. 

2.   Ajak anak yang lebih besar untuk memilih. Contoh: Kamu ingin membaca sebelum atau setelah menyikat gigi, menjelang tidur nanti? 

3.  Tetap tenang ketika si kecil rewel atau mengamuk. Hal ini akan membuatnya tetap merasa aman, dan segera kembali mampu mengendalikan diri. 

Rasa percaya diri

Anak akan merasa ia adalah sosok yang unik; jika dia dicintai, pandai, dan menyenangkan. Jika anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, maka ia akan lebih percaya diri dan siap memulai berbagai hal baru.  

1.  Beri pujian setiap kali anak berhasil melakukan hal yang baik.  Anak akan merasa lebih dihargai, dan berusaha selalu melakukan hal baik.

2.  Bantu anak menyelesaikan kesulitannya sendiri.   Batasi bantuan sebatas yang dibutuhkan anak untuk berhasil melakukan sesuatu, tanpa menyelesaikan kesulitannya secara langsung. 

3.  Biarkan anak melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Seperti, menuangkan susu dari kemasan ke gelas plastik saat ia ingin minum.

4.  Dorong anak untuk tak bosan mencoba. Ketika lemparan bola si kecil tak masuk ke dalam keranjang, ajak ia terus mencoba hingga akhirnya bisa. 

Baca Juga